news & Journals
Home » News  »  Layar Paminton Hadirkan Ruang Apresiasi dan Screening Film Pendek, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Sinema Lokal Garut
Layar Paminton Hadirkan Ruang Apresiasi dan Screening Film Pendek, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Sinema Lokal Garut

Ruang Apresiasi, Pemutaran, dan Dialog Film Pendek Pelajar, Akademisi, serta Komunitas

“Layar Paminton ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para pelajar, akademisi, komunitas, dan pegiat film dalam satu ruang apresiasi. Kami melihat potensi perfilman di Jawa Barat, khususnya di daerah, sangat besar. Karena itu, ruang-ruang seperti ini perlu terus dihadirkan agar karya-karya lokal mendapatkan kesempatan untuk ditonton, didiskusikan, dan berkembang.”

— John P. Ozy, Wakil Ketua Umum Forum Film Jawa Barat

GARUT — Upaya memperkuat ekosistem perfilman di Kabupaten Garut kembali mendapat ruang melalui kegiatan “Layar Paminton: Ruang Apresiasi & Screening Film Pendek”. Kegiatan yang digagas oleh Garut Film Forum (GFF) bersama Komite Film Dewan Kesenian Garut ini menjadi wadah pertemuan bagi para pelaku, pegiat, dan penikmat film untuk mengapresiasi karya sinema pendek sekaligus membuka ruang diskusi mengenai perkembangan perfilman, khususnya di kalangan generasi muda.

Mengusung tema “Menembus Belenggu Kehilangan & Identitas”, Layar Paminton tidak hanya menghadirkan pemutaran film sebagai tontonan, tetapi juga dirancang sebagai ruang apresiasi dan pertukaran gagasan mengenai berbagai persoalan yang diangkat melalui medium film. Tema tersebut menjadi pintu masuk untuk melihat bagaimana kehilangan, pencarian identitas, relasi sosial, serta pengalaman personal dapat diterjemahkan menjadi karya audio-visual yang memiliki nilai artistik maupun reflektif.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB, bertempat di Bale Paminton Inten Dewata, Jalan Ahmad Yani No. 30, Pakuwon, Garut Kota.

Sejumlah film pendek karya pelajar dari berbagai sekolah akan menjadi bagian utama dalam agenda screening. Karya-karya tersebut memperlihatkan keberagaman perspektif generasi muda dalam memandang lingkungan, kehidupan sosial, hingga persoalan personal yang dekat dengan keseharian mereka.

Film yang dijadwalkan tayang antara lain “Anak Silat (ANSIL)” produksi SMKN 7 Garut, “Rumah Tanpa Nama” dari SMKN 5 Bandung, serta “Jeda Yang Usai” karya SMK Pasim Plus Kota Sukabumi. Selain itu, penonton juga akan disuguhkan film “Aa, Ada Kan?” dari SMKN 2 Garut, “Belenggu” produksi SMKN 4 Garut, dan “Rekaman Yang Terhapus” karya SMKN 1 Garut.

Kehadiran karya-karya pelajar tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Layar Paminton. Selain menjadi ajang apresiasi, pemutaran film juga dapat menjadi ruang bagi para pembuat film muda untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik, mendapatkan respons dari penonton, serta membangun jejaring dengan komunitas dan pelaku industri kreatif lainnya.

Tidak hanya menghadirkan film karya pelajar, Layar Paminton juga akan menampilkan screening khusus film komunitas “Rekuiem” yang diproduksi oleh La Mémoire Pictures. Kehadiran film komunitas ini memberikan warna tersendiri dalam program pemutaran, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas produksi film tidak hanya tumbuh di lingkungan pendidikan, tetapi juga berkembang melalui komunitas-komunitas kreatif.

Selain rangkaian film yang telah diumumkan, panitia juga menyiapkan surprise screening yang judulnya masih dirahasiakan. Agenda tersebut menjadi salah satu kejutan yang dihadirkan untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para penonton selama mengikuti kegiatan.

Layar Paminton juga akan dilengkapi dengan agenda PERDIBROFI TALK, sebuah ruang diskusi yang membahas dunia broadcasting dan perfilman. Sesi ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai proses kreatif, produksi film, perkembangan broadcasting, hingga berbagai tantangan yang dihadapi oleh para pelaku perfilman saat ini.

Melalui kegiatan tersebut, Garut Film Forum dan Komite Film Dewan Kesenian Garut ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan karya, penonton, dan gagasan dalam satu ekosistem. Kehadiran ruang apresiasi seperti Layar Paminton dinilai penting untuk mendorong tumbuhnya budaya menonton sekaligus membangun keberlanjutan bagi para pembuat film lokal.

Film pendek sendiri memiliki posisi strategis sebagai medium bagi sineas pemula untuk mengeksplorasi gagasan dan kemampuan bercerita. Dengan durasi yang relatif singkat, pembuat film dituntut mampu menyampaikan cerita secara efektif melalui kekuatan visual, karakter, dialog, suara, serta penyutradaraan. Karena itu, pemutaran film pendek juga dapat menjadi sarana pembelajaran dan evaluasi bagi para pembuatnya.

Layar Paminton diharapkan tidak berhenti sebagai agenda screening semata. Lebih jauh, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang perjumpaan yang berkelanjutan bagi komunitas film, pelajar, akademisi, sineas, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia sinema.

Melalui apresiasi terhadap karya-karya lokal, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berani berkarya, bereksperimen, dan menjadikan film sebagai medium untuk menyampaikan cerita maupun merekam berbagai realitas di sekitarnya.

Masyarakat Garut dan para pencinta film pun diajak untuk hadir dan meramaikan kegiatan Layar Paminton: Ruang Apresiasi & Screening Film Pendek. Selain menikmati karya-karya film pendek, pengunjung dapat mengikuti diskusi dan bertemu dengan para pegiat sinema dalam suasana yang terbuka dan kolaboratif.

Layar Paminton menjadi sebuah ajakan untuk menonton, mengapresiasi, berdiskusi, dan bersama-sama merawat pertumbuhan ekosistem perfilman lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *