Pre-Event Layar Kedua Second Floor
BANDUNG, 27 Oktober 2026 – Ruang apresiasi film independen di Kota Bandung kembali bergeliat. Komunitas Second Floor bersiap menyelenggarakan Pre-Event Layar Kelas Dua 2026 pada Minggu, 1 November 2026, di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung. Kegiatan ini menjadi pembuka menuju penyelenggaraan utama Layar Kelas Dua 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.
Menghadirkan empat film pendek dengan beragam tema dan pendekatan sinematik, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang pemutaran alternatif sekaligus mempertemukan para pembuat film, mahasiswa, komunitas kreatif, dan masyarakat umum dalam satu ruang apresiasi.
Empat film yang akan diputar adalah Jenaka karya Bray Shakira Azalea, Narasi dalam Sunyi karya Nazril Akmal A, Azab Caleg produksi Kelompok 4 Kelas B Universitas Pendidikan Indonesia, serta Kasab karya Dzikri Anwar.
Keempat karya tersebut menghadirkan beragam persoalan kehidupan, mulai dari hubungan keluarga, pengalaman traumatis anak, kritik terhadap ambisi politik, hingga pergulatan batin seseorang dengan masa lalunya.
Melalui pemutaran ini, Second Floor berupaya menghadirkan pengalaman menonton film yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi penonton untuk memahami gagasan, perspektif, dan ekspresi kreatif para sineas muda.
Berawal dari Komunitas Film, Berkembang Menjadi Ruang Pemutaran Alternatif
Layar Kelas Dua merupakan inisiatif pemutaran film alternatif yang dikembangkan oleh Second Floor, komunitas film independen yang tumbuh dari lingkungan anak muda dan mahasiswa di Bandung.
Sebagaimana diberitakan BandungBergerak.id pada 12 Agustus 2025 melalui artikel berjudul Layar Kelas Dua Menghadirkan Ruang Alternatif Pemutaran Film di Bandung, Second Floor terbentuk pada 2023 dan berangkat dari kebiasaan sejumlah anak muda berkumpul serta berdiskusi di lantai dua Masjid Al-Furqon, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi aktivitas kreatif yang berfokus pada produksi film pendek dan pengembangan ruang apresiasi perfilman.
Sejumlah karya yang lahir dari aktivitas komunitas ini antara lain Ereup-Ereup (2023), Tepat Tiga Tahun (2024), Bla Bla Blank (2024), dan Doa Dosa Malam Kelam (2025).
Gagasan menghadirkan Layar Kelas Dua muncul dari kebutuhan akan ruang pemutaran yang memungkinkan karya-karya film independen bertemu langsung dengan penontonnya. Program ini kemudian berkembang menjadi wadah bagi para pembuat film dari berbagai latar belakang untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun hubungan dengan komunitas perfilman lainnya.
Penyelenggaraan Layar Kelas Dua pertama berlangsung pada 2024. Sejak itu, program ini terus dikembangkan sebagai ruang alternatif yang memberikan kesempatan bagi karya-karya film pendek untuk memperoleh apresiasi di luar jalur distribusi komersial.
Layar Kelas Dua 2025 Menerima 182 Film
Perjalanan Layar Kelas Dua menunjukkan perkembangan pada penyelenggaraan tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada 3 Agustus 2025 di ruang audiovisual Bandung Creative Hub, Jalan Laswi, Kota Bandung, mengangkat tema Bond atau Ikatan.
Pada penyelenggaraan tersebut, sebanyak 182 karya film masuk ke dalam proses kurasi. Dari keseluruhan karya yang diterima, lima film terpilih untuk diputar di hadapan publik.
Kelima film tersebut adalah Sparks, Bind and Ties to Cut and to Cut, Ganti Lampu, Tears of Restless Soul, dan Doa Dosa Malam Kelam.
Film-film yang ditampilkan menghadirkan beragam genre serta pendekatan kreatif, mulai dari animasi, eksperimental, komedi, hingga thriller. Keberagaman tersebut memperlihatkan luasnya kemungkinan eksplorasi cerita dan bentuk visual dalam produksi film pendek.
Selain pemutaran, penyelenggaraan tahun 2025 juga menghadirkan sesi diskusi yang mempertemukan pembuat film dengan penonton. Forum tersebut membuka kesempatan untuk membicarakan proses kreatif, gagasan di balik karya, serta berbagai pengalaman yang melatarbelakangi produksi film.
Partisipasi 182 karya menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Layar Kelas Dua. Angka tersebut memperlihatkan adanya kebutuhan dan minat para pembuat film terhadap ruang pemutaran yang memberikan kesempatan bagi karya independen untuk menjangkau publik.
Memasuki 2026, Second Floor melanjutkan inisiatif tersebut melalui rangkaian kegiatan yang diawali dengan pre-event pada November sebelum penyelenggaraan utama pada Desember.
Empat Film dengan Ragam Cerita dan Perspektif
Program Pre-Event Layar Kelas Dua 2026 menghadirkan empat film dengan latar produksi, genre, serta pendekatan cerita yang berbeda. Film-film tersebut memperlihatkan keberagaman gagasan para pembuat film muda dalam mengangkat persoalan sosial, keluarga, politik, dan psikologis.
Jenaka: Pergulatan Batin dalam Hubungan Keluarga
Jenaka film by Bray Shakira Azelea
Film Jenaka merupakan karya Bray Shakira Azalea dari Universitas Padjadjaran. Diproduksi pada 2026, film bergenre drama ini memiliki durasi 22 menit.
Kisahnya mengikuti Andra yang berusaha memenuhi permintaan ibunya untuk menjaga adik tirinya, Jenaka. Dalam kondisi kehidupan yang mengharuskannya tinggal di dalam mobil, Andra menghadapi konflik batin ketika kepolosan Jenaka perlahan memaksanya membuka diri.
Melalui hubungan dua karakter tersebut, Jenaka mengangkat persoalan kedekatan keluarga, penerimaan, dan pergulatan emosional seseorang dalam menghadapi situasi kehidupan yang tidak mudah.
Narasi dalam Sunyi: Trauma Anak dan Kehadiran Sosok Misterius
NARASI DALAM SUNYI Film By Nazril Akmal A
Film Narasi dalam Sunyi karya Nazril Akmal A dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung merupakan produksi tahun 2025 dengan durasi tujuh menit. Film ini memadukan genre drama dan horor.
Ceritanya berpusat pada seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang menemukan ketenangan ketika malam tiba dan rumah berada dalam keadaan sunyi. Dalam kesehariannya, ia mengalami kekerasan dari sang ayah dan kerap menghabiskan waktu dengan berimajinasi untuk menciptakan ruang yang membuatnya merasa aman.
Namun, ketenangan tersebut berubah ketika pada suatu malam muncul sosok misterius yang memperhatikannya dan perlahan mendekat. Alih-alih merasa takut, anak tersebut justru mulai mempertanyakan keberadaan sosok itu di dalam rumahnya.
Film ini menghadirkan pendekatan horor yang berpijak pada pengalaman psikologis seorang anak, dengan memadukan suasana misterius dan persoalan kekerasan dalam lingkungan keluarga.
Azab Caleg: Kritik terhadap Ambisi Politik dan Penyalahgunaan Kekuasaan
Azab Caleg Film By Kelompok 4 Kelas B Universitas Pendidikan Indonesia
Film Azab Caleg merupakan produksi Kelompok 4 Kelas B Universitas Pendidikan Indonesia pada 2022. Film bergenre drama dengan durasi sembilan menit ini mengangkat persoalan ambisi politik dan konsekuensi dari tindakan tidak jujur.
Ceritanya mengikuti seorang calon anggota legislatif yang memiliki ambisi besar untuk memperoleh kekuasaan. Demi mencapai tujuannya, ia menghalalkan berbagai cara, termasuk mengadu domba dan menyebarkan fitnah terhadap lawan politiknya.
Namun, kebohongan yang dibangun akhirnya terbongkar dan membawa konsekuensi tragis bagi dirinya.
Melalui cerita tersebut, Azab Caleg menghadirkan kritik terhadap praktik politik yang mengabaikan nilai moral dan integritas demi kepentingan pribadi.
Kasab: Perjalanan Menebus Masa Lalu di Tengah Gejolak 1998
Kasab Film By Dzikri Anwar
Film Kasab karya Dzikri Anwar dari Universitas Pendidikan Indonesia merupakan produksi 2026 dengan durasi 34 menit. Film ini menggabungkan unsur drama dan horor dengan latar situasi ketidakstabilan pada pertengahan 1998.
Kisahnya mengikuti Bara, seorang pria yang diliputi penyesalan atas perbuatannya di masa lalu. Dalam upaya mencari ketenangan dan menebus kesalahan, ia memutuskan melakukan perjalanan untuk mengabdi di sebuah masjid yang terletak jauh dari kota.
Bara berharap perjalanan tersebut dapat membantunya meninggalkan bayang-bayang buruk yang selama ini menghantui kehidupannya. Namun, masa lalu justru terus mengikutinya, bahkan dalam setiap embusan napasnya.
Dengan memadukan latar sejarah, konflik batin, dan unsur horor, Kasab menghadirkan cerita tentang penyesalan, pencarian ketenangan, serta sulitnya seseorang melepaskan diri dari konsekuensi perbuatannya.
Memperkuat Ekosistem Film Independen dan Budaya Menonton
Keberadaan ruang pemutaran alternatif seperti Layar Kelas Dua memiliki peran penting dalam perkembangan ekosistem perfilman, khususnya bagi pembuat film pendek yang tidak selalu memiliki akses terhadap jaringan distribusi bioskop komersial.
Melalui kegiatan pemutaran berbasis komunitas, karya-karya independen memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan penonton dari berbagai latar belakang. Pertemuan tersebut juga dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan antara sineas, mahasiswa, serta masyarakat.
Bandung sendiri memiliki lingkungan kreatif yang didukung keberadaan institusi pendidikan, komunitas seni, dan berbagai aktivitas kebudayaan. Dalam konteks tersebut, kegiatan seperti Layar Kelas Dua menjadi salah satu bentuk partisipasi komunitas dalam memperluas akses masyarakat terhadap karya film.
Pemilihan Perpustakaan Bunga di Tembok sebagai lokasi pre-event tahun ini juga menghadirkan ruang alternatif bagi aktivitas apresiasi sinema di luar gedung bioskop dan auditorium konvensional.
Melalui penyelenggaraan kegiatan secara berkelanjutan, Second Floor berupaya menjaga semangat kolaborasi serta memperkuat hubungan antara pembuat film dan masyarakat.
Menuju Layar Kelas Dua 2026 pada Desember Mendatang
Pre-Event Layar Kelas Dua 2026 menjadi pembuka rangkaian kegiatan menuju agenda utama yang direncanakan berlangsung pada Desember 2026.
Acara akan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung, dengan pembukaan akses pengunjung mulai pukul 15.00 WIB.
Kegiatan ini turut didukung Perpustakaan Bunga di Tembok sebagai supporting partner, bersama sejumlah komunitas dan organisasi yang terlibat sebagai media partner, termasuk Forum Film Jawa Barat, Bahasinema, LFM ITB, dan Movreview.
Penyelenggara membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menghadiri pemutaran empat film tersebut. Mengingat kapasitas tempat terbatas, calon penonton diimbau untuk melakukan registrasi terlebih dahulu melalui tautan resmi yang disediakan.
Melalui kegiatan ini, Second Floor kembali mengajak masyarakat untuk merayakan film lokal sekaligus mendukung keberlanjutan ruang-ruang alternatif yang memberi kesempatan bagi karya sineas independen untuk ditonton, diapresiasi, dan diperbincangkan.
Kehadiran Layar Kelas Dua diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemutaran film, tetapi juga bagian dari upaya membangun budaya menonton, memperluas jejaring kreatif, serta mendorong tumbuhnya generasi pembuat film baru di Bandung dan Indonesia.
Informasi Kegiatan
Nama Kegiatan: Pre-Event Layar Kelas Dua 2026
Penyelenggara: Second Floor
Hari/Tanggal: Minggu, 1 November 2026
Waktu: Open Gate 15.00 WIB
Tempat: Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung
Program: Pemutaran Empat Film Pilihan
Film: Jenaka, Narasi dalam Sunyi, Azab Caleg, Kasab
Pendaftaran: https://bit.ly/RegistPraLKD
Kapasitas: Terbatas



