Bandung - Setelah sukses besar melalui Oppenheimer (2023), yang meraih penghargaan Oscar dan mencetak pendapatan hampir satu miliar dolar AS di box office global, sutradara Christopher Nolan kembali dengan proyek terbarunya yang tak kalah ambisius, The Odyssey.
Diadaptasi dari puisi epik karya Homer yang telah berusia lebih dari 2.700 tahun, The Odyssey menjadi film ke-13 dalam karier Nolan. Proyek ini tidak hanya menawarkan kisah petualangan mitologi Yunani dalam skala epik, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang berpotensi mengubah cara film diproduksi dan ditonton di masa depan. Film ini dijadwalkan tayang secara global pada 17 Juli 2026, termasuk dalam format IMAX 70mm.
Berikut lima fakta menarik yang membuat The Odyssey menjadi salah satu film paling dinantikan tahun ini.

1. Adaptasi Salah Satu Karya Sastra Paling Berpengaruh dalam Sejarah Dunia
Berbeda dengan film-film Nolan sebelumnya yang berasal dari naskah orisinal seperti Inception, Tenet, atau Interstellar, kali ini ia mengadaptasi The Odyssey, puisi epik Yunani karya Homer yang diperkirakan ditulis sekitar abad ke-8 sebelum Masehi.
Kisah ini mengikuti perjalanan Odysseus, Raja Ithaca, yang membutuhkan waktu sepuluh tahun untuk kembali ke kampung halamannya setelah berakhirnya Perang Troya. Perjalanan tersebut dipenuhi rintangan luar biasa, mulai dari badai di lautan, monster Cyclops bermata satu, para Siren yang memikat pelaut dengan nyanyian mereka, hingga penyihir Circe dan nimfa Calypso.
Di balik petualangan fantasinya, The Odyssey mengangkat tema-tema universal seperti kepemimpinan, pengorbanan, keluarga, kesetiaan, trauma perang, dan pencarian jati diri. Inilah yang membuat karya Homer tetap relevan dan terus dipelajari hingga saat ini.
2. Film Pertama yang Direkam Sepenuhnya Menggunakan Kamera IMAX

Salah satu pencapaian terbesar The Odyssey adalah penggunaan teknologi IMAX secara penuh selama proses produksi.
Selama hampir dua dekade, Christopher Nolan dikenal sebagai sutradara yang konsisten menggunakan kamera film IMAX untuk menciptakan pengalaman sinematik yang lebih imersif. Namun pada film-film sebelumnya seperti The Dark Knight, Interstellar, Dunkirk, Tenet, dan Oppenheimer, kamera IMAX hanya digunakan pada adegan-adegan tertentu karena ukurannya yang besar, berat, dan menghasilkan suara mekanis yang cukup keras.
Melalui The Odyssey, Nolan berhasil mewujudkan ambisinya untuk merekam seluruh film menggunakan kamera IMAX 65mm, menjadikannya film layar lebar pertama yang sepenuhnya diproduksi dengan format tersebut. Langkah ini memungkinkan penonton menikmati gambar dengan resolusi yang jauh lebih tinggi, detail yang lebih tajam, dan cakupan visual yang lebih luas dibandingkan format sinema konvensional.
3. Christopher Nolan Mengembangkan Teknologi Kamera Baru

Penggunaan kamera IMAX secara penuh tidak mungkin dilakukan tanpa inovasi teknis.
Selama bertahun-tahun, kamera IMAX dikenal memiliki kelemahan utama: ukurannya besar dan menghasilkan suara yang cukup keras sehingga menyulitkan pengambilan dialog di lokasi syuting. Untuk mengatasi kendala tersebut, Nolan bersama tim teknis dan IMAX mengembangkan sistem peredam suara khusus (camera blimp) serta kamera generasi baru yang lebih ringkas dan senyap.
Teknologi baru ini memungkinkan pengambilan gambar jarak dekat, adegan dialog yang lebih intim, hingga proses syuting di berbagai lokasi ekstrem tanpa mengorbankan kualitas visual. Inovasi tersebut bahkan diperkirakan akan menjadi standar baru bagi produksi film layar lebar berskala besar di masa mendatang.
4. Dibintangi Deretan Aktor dan Aktris Papan Atas Hollywood

Selain teknologi mutakhir, The Odyssey juga menarik perhatian karena menghadirkan jajaran pemain bertabur bintang.
Matt Damon dipercaya memerankan Odysseus, raja Ithaca yang menjadi tokoh utama. Anne Hathaway berperan sebagai Penelope, istri Odysseus yang setia menunggu kepulangannya. Tom Holland memerankan Telemachus, putra Odysseus yang memulai perjalanannya sendiri untuk mencari sang ayah.
Film ini juga menghadirkan Robert Pattinson sebagai Antinous, Zendaya sebagai dewi Athena, Charlize Theron sebagai Calypso, Lupita Nyong'o, Samantha Morton sebagai Circe, Benny Safdie, Jon Bernthal, John Leguizamo, Mia Goth, Himesh Patel, Elliot Page, dan sejumlah aktor ternama lainnya.
Kombinasi para pemeran lintas generasi ini menjadikan The Odyssey sebagai salah satu film dengan ansambel pemain terbesar sepanjang karier Christopher Nolan.
5. Produksi Epik dengan Skala Terbesar Sepanjang Karier Nolan
The Odyssey disebut-sebut sebagai proyek paling ambisius yang pernah digarap Christopher Nolan.
Proses syuting dilakukan di berbagai negara, termasuk Yunani, Italia, Maroko, Islandia, dan Skotlandia, untuk menghadirkan lanskap yang mendekati dunia mitologi Yunani kuno. Nolan tetap mempertahankan pendekatan khasnya dengan meminimalkan penggunaan efek visual berbasis komputer (CGI), memilih membangun set fisik, menggunakan properti nyata, dan melakukan pengambilan gambar langsung di lokasi.
Laporan berbagai media internasional menyebutkan bahwa anggaran produksi film ini diperkirakan mencapai sekitar US$250 juta, menjadikannya film dengan biaya produksi terbesar dalam karier Nolan. Dengan kombinasi cerita klasik, teknologi terbaru, dan pendekatan sinematik yang mengutamakan efek praktis, The Odyssey diproyeksikan menjadi salah satu peristiwa perfilman terbesar tahun 2026.
6. Menanti Babak Baru Sinema Christopher Nolan
Sejak debutnya melalui Following (1998), Christopher Nolan dikenal sebagai sutradara yang selalu mendorong batas-batas sinema. Melalui Memento, The Dark Knight Trilogy, Inception, Interstellar, Dunkirk, Tenet, hingga Oppenheimer, ia terus memperkenalkan pendekatan baru dalam penceritaan dan teknologi film.
Kini, melalui The Odyssey, Nolan kembali membuktikan bahwa sinema bukan sekadar medium hiburan, tetapi juga ruang eksplorasi artistik dan teknologi. Dengan memadukan karya sastra klasik, produksi berskala besar, serta inovasi IMAX terbaru, film ini berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam perkembangan perfilman modern.
Bagi pecinta film, The Odyssey bukan sekadar adaptasi mitologi Yunani, melainkan sebuah pengalaman sinematik yang dirancang untuk dinikmati di layar terbesar, dengan kualitas gambar terbaik, dan visi seorang sutradara yang selama ini dikenal selalu menghadirkan sesuatu yang melampaui ekspektasi.