news & Journals
Home » News  »  VERDOEMENIS: Film Pendek Horor Karya AND-ONE STUDIO Raih Best Film Award di The 3rd GTG Korea & UNAS Jakarta International Short Film Festival Awards 2026
VERDOEMENIS: Film Pendek Horor Karya AND-ONE STUDIO Raih Best Film Award di The 3rd GTG Korea & UNAS Jakarta International Short Film Festival Awards 2026

Bandung – Sebuah perjalanan yang berawal dari semangat untuk kembali berkarya setelah lama vakum, berhasil mengantarkan AND-ONE STUDIO meraih prestasi membanggakan di kancah internasional. Film pendek berjudul VERDOEMENIS sukses menyabet penghargaan Best Film Award pada ajang The 3rd GTG Korea & UNAS Jakarta International Short Film Festival Awards 2026, sebuah festival film yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan.

Bagi tim produksi, penghargaan ini bukan hanya sebuah kemenangan, melainkan bukti bahwa karya yang dikerjakan dengan kesungguhan, meski melalui berbagai keterbatasan, mampu mendapatkan apresiasi di tingkat internasional.

Berawal dari Keinginan untuk Kembali Berkarya

VERDOEMENIS lahir dari semangat sederhana. Setelah cukup lama tidak memproduksi film, beberapa insan perfilman di Bandung berinisiatif untuk kembali berkarya. Momen tersebut menjadi awal terbentuknya AND-ONE STUDIO, sebuah rumah produksi baru yang didirikan oleh Andi Setiawan, yang sekaligus bertindak sebagai Executive Producer.

Dalam sebuah pertemuan, tim berdiskusi mengenai proyek pertama yang akan diproduksi. Sutradara sekaligus penulis naskah Adrian Oktara kemudian mengajukan konsep film horor dengan nuansa klasik yang mengangkat kisah tentang sekte pemuja iblis serta menggunakan judul berbahasa Belanda.

Pilihan tersebut akhirnya disepakati bersama. Judul VERDOEMENIS, yang berasal dari bahasa Belanda dan berarti "Kutukan", dipilih karena dianggap mampu merepresentasikan atmosfer misterius yang menjadi inti cerita.

Sinopsis

VERDOEMENIS mengisahkan tiga remaja—Sari, Surya, dan Agus—yang melakukan penelusuran ke sebuah bangunan peninggalan Belanda yang telah lama terbengkalai.

Petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Sari menemukan sobekan kertas tua bertuliskan bahasa Belanda. Tanpa disadari, benda tersebut menjadi awal dari rangkaian teror yang mengancam keselamatan mereka.

Agus dan Surya mulai mengalami berbagai kejadian mengerikan yang justru berasal dari Sari, sahabat mereka sendiri. Namun seiring cerita berkembang, terungkap bahwa seluruh kejadian tersebut bukanlah sekadar gangguan supranatural biasa. Di balik teror yang mereka alami tersimpan sebuah misteri besar yang menghubungkan bangunan tua itu, sobekan kertas berbahasa Belanda, dan masa lalu Sari.

Film ini menggabungkan unsur horor psikologis dengan misteri yang perlahan terungkap hingga akhir cerita.

Produksi Hanya Satu Hari

Menariknya, seluruh proses pengambilan gambar VERDOEMENIS dilakukan hanya dalam waktu satu hari. Dengan durasi awal sekitar 8 menit, proses syuting dilaksanakan di sebuah villa yang dipilih sebagai lokasi utama. Meski waktu produksi sangat singkat, seluruh kru berusaha memaksimalkan setiap adegan agar mampu menghadirkan suasana mencekam sekaligus mempertahankan kualitas visual yang diinginkan.

Di balik keterbatasan waktu tersebut, setiap departemen bekerja secara maksimal untuk menghasilkan film yang layak ditampilkan kepada publik.

Sempat Tertunda Selama Hampir Satu Tahun

Setelah proses syuting selesai pada tahun 2025, perjalanan VERDOEMENIS ternyata belum berjalan mulus. Kesibukan masing-masing anggota tim membuat proses pascaproduksi terpaksa tertunda cukup lama. Film yang sebenarnya hanya tinggal memasuki tahap editing akhirnya "tersimpan" selama hampir satu tahun tanpa kepastian kapan akan diselesaikan.

Baru pada tahun 2026, seluruh tim kembali berkumpul untuk melanjutkan proses editing yang sempat terhenti. Bagi mereka, menyelesaikan film ini menjadi bentuk komitmen terhadap karya yang telah mereka mulai.

Dari Delapan Menit Menjadi Tiga Menit

Saat proses editing berlangsung pada bulan Mei 2026, produser Bram Wicaksana memperoleh informasi mengenai penyelenggaraan The 3rd GTG Korea & UNAS Jakarta International Short Film Festival Awards.

Festival tersebut memiliki persyaratan khusus, yaitu durasi film maksimal 3 menit. Keputusan besar pun harus diambil. Tim produksi bersama editor Faridzakh melakukan diskusi intensif untuk memangkas durasi film dari 8 menit menjadi 3 menit, tanpa menghilangkan inti cerita dan kekuatan narasinya.

Selain itu, film juga dilengkapi dengan subtitle berbahasa Korea agar sesuai dengan ketentuan festival. Tantangan terbesar dalam proses ini adalah menjaga alur cerita tetap utuh meskipun durasi berkurang lebih dari setengahnya.

Menunggu Pengumuman dengan Penuh Harap

Tanggal 13 Juni 2026 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh seluruh tim AND-ONE STUDIO. Malam penganugerahan festival diselenggarakan di Jakarta. Karena keterbatasan waktu dan kesibukan, hanya Producer Bram Wicaksana yang dapat menghadiri acara secara langsung. Sementara anggota tim lainnya menunggu kabar dari Bandung dengan perasaan campur aduk.

Satu per satu kategori diumumkan. Trailer para finalis diputar di layar. Nama VERDOEMENIS belum juga disebutkan. Ketika jumlah piala yang tersisa semakin sedikit, seluruh tim mulai pasrah dan menganggap bahwa kesempatan mereka telah berakhir.

Namun tepat saat penghargaan terakhir diumumkan, nama VERDOEMENIS akhirnya dipanggil sebagai penerima penghargaan tertinggi, yaitu Best Film Award. Momen tersebut menjadi kejutan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Tangis haru, rasa bangga, dan kebahagiaan menyelimuti seluruh tim yang telah berjuang sejak proses produksi hingga penyelesaian film.

Prestasi yang Menjadi Awal Perjalanan

Bagi AND-ONE STUDIO, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal untuk terus menghasilkan karya-karya yang lebih baik. Mereka menyadari bahwa setiap proses kreatif selalu memiliki tantangan, mulai dari keterbatasan waktu produksi, tertundanya proses editing, hingga harus mengadaptasi film menjadi durasi yang jauh lebih singkat.

Namun seluruh proses tersebut justru menjadi pelajaran berharga bahwa kerja sama tim, ketekunan, dan keyakinan terhadap sebuah karya mampu menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Ke depan, AND-ONE STUDIO berkomitmen untuk terus menghadirkan film-film berkualitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu bersaing di berbagai festival nasional maupun internasional.

Data Film

Judul: VERDOEMENIS
Arti Judul: "Kutukan" (Bahasa Belanda)

Pemain

  • Ajeng Frisya
  • Andi Setiawan
  • Bram Wicaksana
  • Riki Renggana

Rumah Produksi
AND-ONE STUDIO

Tim Produksi

  • Executive Producer: Andi Setiawan
  • Producer: Bram Wicaksana
  • Sutradara & Script Writer: Adrian Oktara
  • Director of Photography: Ari Cipta Robbi
  • Editor: Faridzakh
  • Lighting: Nafka Satria P & Afrilian Dwi P
  • Artistic: Libi Fadilah
  • Assistant DOP & Behind The Scene: Ilmi

Penghargaan
Best Film Award
The 3rd GTG Korea & UNAS Jakarta International Short Film Festival Awards 2026

Contact Person :
Adrian Oktara : 0819103555512

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *